Posts Subscribe to This BlogComments

Follow Us

Senin, 27 Mei 2013

KUMPULAN JUDUL PROPOSAL DAN SKRIPSI

Contoh Daftar Judul Skripsi / Proposal

  1. Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Menular Pada Manusia Yang Disebabkan Oleh Arthropoda
  2. Rancang Bangun Sistem Informasi Perkawinan Silang Pada Tanaman Anthurium Berbasis Web
  3. Rancang Bangun Sistem Pakar Untuk Mendiagnosa Penyakit Demam Berdarah
  4. Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Menular Yang Disebabkan Oleh Virus Pada Manusia Berbasis Web
  5. Rancang Bangun Sistem Pakar Untuk Mengidentifikasi Ikan Koi Berbasis Web
  6. Aplikasi Sistem Pakar Untuk Mendiagnosa Kerusakan Pada Kamera Dslr Dengan Menggunakan Metode Dempster-Shafer
  7. Sistem Informasi Menentukan Jurusan Pada Sekolah Menengah Atas (Sma) Negeri 1 Sukawati
  8. Sistem Pakar Untuk Mengidentifikasi Hama Pada Tanaman Jeruk
  9. Rancang Bangun Sistem Pakar Untuk Mendeteksi Penyakit Pada Masa Kehamilan
  10. Rancang Bangun Sistem Pakar Untuk Mengidentifikasi Virus Flu Pada Manusia Menggunakan Visual Basic 6.0
  11. Sistem Pakar Untuk Mendiagnosa Kerusakan Pada Sepeda Motor Matic Suzuki Spin 125 Menggunakan Vcirs
  12. Rancang Bangun Sistem Pakar Untuk Menentukan Tingkat Perawatan Atau Kerusakan Pada Kendaraan Bermotor Honda Vario
  13. Rancang Bangun Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Anjing Serta Cara Perawatan
  14. Sistem Pakar Untuk Diagnosa Penyakit Yang Disebabkan Oleh Virus Pada Manusia
  15. Aplikasi Sistem Pakar Mengidentifikasi Penyakit Pada Ayam
  16. Sistem Pakar Untuk Mendiagnosa Penyakit Diabetes Berbasis Web
  17. Sistem Pakar Mendiagnosa Penyakit Tulang Dengan Metode Clustering
  18. Sistem Pakar Untuk Mendiagnosa Gangguan Kehamilan Berbasis Web
  19. Rancang Bangun Sistem Informasi Kepegawaian Pada Sma Negeri 1 Susut Bangli Berbasis Client Server
  20. Implementasi Algoritma Fuzzy Logic Pada Sistem Pakar Dalam Menditeksi Kerusakan Pc
  21. Rancang Bangun Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Pada Ayam Kampung Berbasis Web
  22. Rancang Bangun Sistem Informasi Pelayanan Jasa Wedding Organizer Berbasis Web
  23. Rancang Bangun Sistem Pakar Untuk Mendiagnosa Kerusakan Pada Sepeda Motor Matic
  24. Sistem Pakar Mendiagnosa Penyakit Kandungan Dengan Metode Certainty Factor
  25. Rancang Bangun Sistem Pakar Mendiagnosa Penyakit Dalam Melalui Hasil Tes Darah
  26. Sistem Pakar Dalam Mendeteksi Gizi Buruk Pada Balita
  27. Rancang Bangun Sistem Pakar Untuk Mendiagnosa Penyakit Pada Ikan Lou Han
  28. Rancang Bangun Sistem Pakar Kerusakan Sepeda Motor Vario Menggunakan Metode Certainty Factor
  29. Rancang Bangun Sistem Pakar Untuk Mendeteksi Kerusakan Pada Telepon Selular
  30. Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Paru – Paru Pada Anak Dengan Menggunakan Metode Forward Chaining Dan Backward Chaining
  31. Sistem Pakar Diagnosa Dan Penanggulangan Penyakit Hama Tanaman Padi
  32. Pembuatan Sistem Pakar Berbasis Web Untuk Penyakit Paru Pada Anak
  33. Rancang Bangun Sistem Pakar Untuk Mendiagnosa Psikologi Polisi Dalam Proses Mendapatkan Senjata Api Menggunakan Metode Forward Cheining Berbasis Web
  34. Sistem Pakar Untuk Pengobatan Penyakit Saluran Cerna Didaerah Perut Dengan Tanaman Obat Menggunakan Fuzzy Clustering Berbasis Web
  35. Simulasi Optimasi Masalah Transportasi Untuk Pengiriman Barang Dengan Menggunakan Algoritma Genetika
  36. Sistem Pakar Klasifikasi Jenis Tanaman Anggrek Pada Hutan Tropis Dengan Metode Forward Dan Backward Chaining
  37. Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Kelamin
  38. Sistem Pakar Penentuan Kode Baku Industri Untuk Mengelompokkan Jenis Usaha Menggunakan Metode Forward Chainning Berbasis Web
  39. Aplikasi Yellow Pages Multi Access Untuk Kebutuhan Internal Perusahaan Hotel Rani Berbasis Client Server Dengan Metode C
  40. Implementasi Algoritma Fuzzy Logic Pada Sistem Pakar Untuk Menetukan Tingkat Gizi Pada Orang Dewasa
  41. Rancang Bangun Pengembangan Microcontroller Untuk Sistem Billing Bilyard
  42. Sistem Pakar Untuk Mendiagnosa Gangguan Autis Pada Anak Dengan Metode Teorema Bayes
  43. Sistem Pakar Untuk Mendiagnosa Penyakit Saraf (Saraf Terjepit) Pada Tulang Belakang Dengan Metode Dempster Shafer
  44. Sistem Pakar Penyakit Buah Jeruk Menggunakan Metode Bayes
  45. Sistem Pakar Identifikasi Kerusakan Dan Perawatan Mesin Genset Dengan Menggunakan Algoritma Dempster Shafer
  46. Aplikasi Sistem Pakar Penyakit Pada Anjing Menggunakan Metode Fuzzy
  47. Sistem Pakar Untuk Mendiagnosis Penyakit Kanker Payudara Dengan Metode Backward Chaining Dan Forward Chaining
  48. Rancang Bangun Sistem Pakar Jenis Kucing Menggunakan Metode Certainty Factor
  49. Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Hepatitis Berbasis Web Menggunakan Metode Fuzzy
  50. Rancang Bangun Sistem Pakar Untuk Diagnosa Penyakit Lupus Berbasis Web
  51. Rancang Bangun Aplikasi Sistem Pakar Kerusakan Handphone Menggunakan Fuzzy Logic
  52. Sistem Pakar Untuk Mendiagnosa Penyakit Pada Indera Manusia Dengan Metode Dempster-Shafer
  53. Perancangan Sistem Pakar Untuk Mendiagnosa Sindroma Permentruasi (Pms) Dengan Metode Dempster Shafer Berbasis Web
  54. Sistem Pakar Mendeteksi Anjing Kintamani Asli Berbasis Web Dengan Metode Forward Chaining Dan Backward Chaining
  55. Sistem Pakar Untuk Mendiagnosa Penyakit Diabetes Mellitus Dengan Metode Dempster-Shafer Berbasis Web
  56. Sistem Pakar Untuk Mendiagnosa Penyakit Hiv (Human Immunodeficiency Virus) Dengan Metode Dempster Shafer
  57. Sistem Pakar Menentukan Jenis Bangunan Menggunakan Metode K-Means Clustering Berbasis Web
  58. Sistem Pakar Untuk Mendiagnosa Kanker Rektum Dengan Menggunakan Metode Dempster-Shafer
  59. Implementasi Sistem Pakar Di Bidang Kedokteran Untuk Mendiagnosis Jenis Penyakit Tiroid Dengan Menggunakan Metode Certainty Factor Berbasis Oop (Object Oriented Programming)
  60. Sistem Pakar Mendiagnosa Penyakit Rabies Pada Hewan Berbasis Web Dengan Metode Case Based Reasoning
  61. Sistem Pakar Diagnosa Diabetes Nefropathy Dengan Metode Certainty Factor Berbasis Web
  62. Sistem Pakar Mendiagnosa Penyakit Tumor Tulang Dengan Metode Fuzzy Logic
  63. Rancang Bangun Sistem Pakar Untuk Mendiagnosa Penyakit Paru-Paru Berbasis Web Dengan Metode Dempster-Shafer
  64. Sistem Pakar Untuk Mengidentifikasi Jenis Kayu Menggunakan Metode Dempster-Shafer Pada Ud.Bucu Sari Berbasis Windows Mobile
  65. Aplikasi Sistem Pakar Untuk Mendiagnosa Penyakit Kista Pada Wanita Menggunakan Metode Dempster Shafer
  66. Aplikasi Sistem Pakar Tes Kepribadian Menggunakan Metode Dempster-Shafer
  67. Sistem Pakar Untuk Mendeteksi Kerusakan Hardware Komputer Dengan Metode Dempster Shafer Berbasis Windows Mobile
  68. Sistem Pakar Menentukan Jenis Tanaman Pangan Yang Cocok Untuk Ditanam Berdasarkan Jenis Zat Yang Terkandung Dalam Tanah Dikabupaten Tabanan Menggunakan Metode Clustering Berbasis Web
  69. Rancang Bangun Sistem Pakar Troubleshooting Kerusakkan Komputer Dengan Metode Dempster-Shaffer Berbasis Web
  70. Sistem Pakar Mendeteksi Penyakit Pada Tanaman Tomat Dengan Metode Dempster-Shafer Berbasis Web
  71. Sistem Pakar Mendeteksi Penyakit Jamur Tiram Berbasis Web Menggunakan Metode Probabilitas Bayesian
  72. Rancang Bangun Sistem Pakar Untuk Mendiagnosa Penyakit Malaria Dengan Menggunakan Metode Dempster-Shafer
  73. Rancang Bangun Sistem Pakar Mendiagnosa Penyakit Hernia Pada Pria Menggunakan Metode Certainty Factor Berbasis Web
  74. Sistem Pakar Untuk Mengidentifikasi Hama Dan Penyakit Pada Tanaman Anggrek Berbasis Windows Mobile
  75. Sistem Pakar Pendeteksi Kerusakan Ac Menggunakan Metode Fuzzy Logic Berbasis Web
  76. Sistem Pakar Mendeteksi Kerusakan Pada Handphone Berbasis Web Dengan Metode Dempster-Shafer
  77. Rancang Bangun Sistem Pakar Mendiagnosa Penyakit Kista Ovarium Dengan Metode Fuzzy Logic Berbasis Web
  78. Sistem Pakar Mendeteksi Penyakit Pada Tanaman Pisang Dengan Metode Dempster Shafer Berbasis Web
  79. Sistem Pakar Mendeteksi Penyakit Hati (Lever) Menggunakan Metode Dempster-Shafer Berbasis Web
  80. Rancang Bangun Sistem Pakar Pada Perangkat Mobile Dengan Android Untuk Menemukan Penyebab Kerusakan Mesin
  81. Sistem Pakar Mendiagnosa Kekurangan Vitamin Pada Manusia Menggunakan Metode Dempster-Shafer
  82. Aplikasi Media Bantu Pembelajaran Tenses Dalam Bahasa Inggris Menggunakan Metode Forward Chaining
  83. Sistem Pakar Tes Iq Dan Eq Untuk Menyeleksi Calon Siswa Baru Berbasis Windows Mobile
  84. Rancang Bangun Sistem Pakar Untuk Mendiagnosa Flu Burung Dengan Metode Dempster Shafer
  85. Sistem Pakar Berbasis Web Untuk Mendiagnosa Penyakit Vertigo Menggunakan Metode Certainty Factor
  86. Sistem Pakar Menentukan Suplemen Untuk Program Latihan Fitnes Menggunakan Metode Logic Berbasis J2me
  87. Sistem Pakar Untuk Mendiagnosa Penyakit Tanaman Coklat Berbasis Mobile Android
  88. Sistem Pakar Mendeteksi Penyakit Telinga Menggunakan Metode Dempster Shafer Berbasis Web
  89. Aplikasi Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Ginjal Dengan Metode Dempster Shafer
  90. Sistem Pakar Untuk Mengidentifikasi Kerusakan Pada Mobil Dengan Metode Bayes
  91. Rancang Bangun Sistem Pakar Untuk Mengidentifikasi Kesehatan Kulit Wajah Dengan Teorema Bayes Berbasis Web
  92. Rancang Bangun Sistem Pakar Diagnosa Gangguan Sistem Kardiovaskuler Dengan Menggunakan Metode Dempster-Shafer
  93. Rancang Bangun Aplikasi Sistem Pakar Untuk Mengidentifikasi Kerusakan Motor Honda Cbr Dengan Menggunakan Metode Certainty Factor Berbasis Web
  94. Aplikasi Sistem Pakar Pendeteksian Dini Penyakit Obesitas Dengan Metode K-Means Clustering
  95. Sistem Pengelolaan Account Member Pada Bisnis Mlm ( Multi Level Marketing ) Berbasis Cloud Computing
  96. Sistem Diagnosa Hama Penyakit Tanaman Jagung Dengan Menggunakan Naive Bayes
  97. Sistem Pakar Untuk Customer Support It Berbasis Web Java Dengan Metode Forward Dan Backward Chaining Pada Pt. Dimata Sora Jayate
  98. Aplikasi Sistem Pakar Untuk Program Diet Berdasarkan Genotip Menggunakan Algoritma Genetika Berbasis Web
  99. Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (Ispa) Berbasis Windows Mobile Dengan Menggunakan Metode Dempster Shafer
  100. Sistem Pakar Penentuan Tingkat Keaslian Hadist Berbasis Windows Mobile
  101. Rancang Bangun Sistem Pakar Pendeteksi Penyebab Kerusakan Mesin Izusu Panther Dengan Metode Forward Dan Backward Chaining
Baca Selengkapnya...

Kamis, 16 Mei 2013

PERANCANGAN SISTEM APLIKASI PRESENSI GURU DAN KARYAWAN DI SMA NEGERI 1

A. JUDUL
Perancangan Sistem Aplikasi Presensi Guru dan Karyawan Di SMA Negeri 1 Bandar.
B. LATAR BELAKANG 

Ilmu pengetahuan dan teknologi selalu mengalami perkembangan yang cepat dan dinamis, salah satu dari sekian banyak hasil perkembangan teknologi adalah teknologi komputer. Perkembangan teknologi komputer sangat berpengaruh pada kehidupan sehari-hari. Kebutuhan tersebut semakin diminati oleh masyarakat, baik masyarakat awam maupun intelektual. Komputer sebagai alat bantu manusia yang memiliki kelebihan yaitu kecepatan, keakuratan serta keefisienan dalam pengolahan data dibandingkan dengan sistem manual.

Komputer sudah berkembang dalam berbagai segmen, baik dalam dunia kerja maupun dunia pendidikan sehingga secara tidak langsung telah menciptakan persaingan yang sangat ketat antara sekolah yang satu dengan yang lainnya sehingga perkembangan teknologi juga harus diikuti oleh pengelola instansi pendidikan.

Dalam institusi pendidikan, selalu membutuhkan sistem untuk mengumpulkan, mengolah, menyimpan, melihat kembali dan memberikan informasi. Komputer merupakan salah satu sarana yang tepat dan dapat membantu kegiatan tersebut. Hasilnya sistem sistem informasi yang berdasarkan komputer akan mempunyai nilai lebih daripada sistem yang diolah secara manual, seperti dalam suatu organisasi yang memiliki jumlah data cukup banyak maka perlu penanganan khusus.
Pengolahan data presensi merupakan salah satu fungsi dari kegiatan administrasi karyawan dalam memberikan pelayanan pada guru dan memenuhi setiap tuntutan informasi. Pengolahan sistem presensi yang baik senantiasa dapat mengatasi masalah yang terjadi dan dapat menghasilkan informasi yang cepat dan akurat.
Hal ini membuktikan bahwa komputer sebagai alat bantu yang mengambil peran utama dalam implementasi sebuah sistem informasi dan manusia sebagai pengguna dan komponen utama dalam mengolah data menjadi informasi.

Seiring dengan perkembangan teknologi di masa sekarang ini, menunjukkan bahwa komputer bukanlah sesuatu barang yang sulit didapatkan dan bukan termasuk barang mewah lagi. Karena pada kalangan menengah pun sudah bisa memilikinya, bukan hanya itu setiap sekolah sudah mulai diterapkan pelajaran tentang pengenalan komputer.

Demikian juga halnya pada SMA Negeri 1 Bandar ingin menerapkan kemajuan teknologi kompter tersebut dalam sistem terkomputerisasi. Dengan adanya komputer sebagai alat pengolah data, maka semua bidang dalam sekolah dapat dikelolah dengan baik menggunakan komputer. Salah satunya adalah dalam bidang pengolahan presensi guru dan karyawan. Mulanya SMA Negeri 1 Bandar masih menggunakan sistem presensi guru dan karyawan secara manual. Dimana dalam penerapanya terdapat beberapa hal yang menjadi kendala seperti efektivitas waktu belum maksimum, bentuk laporan presensi yang masih berupa hardcopy yang dapat menyulitkan dalam proses pencarian data serta kemungkinan terjadi data absensi yang hilang.
C. RUMUSAN MASALAH
Bagaimana merancang sebuah sistem aplikasi presensi guru dan karyawan di SMA Negeri 1 Bandar yang terkomputerisasi, efektif dan efisien.
D. TUJUAN DAN MANFAAT

1. TUJUAN
Merancang sistem aplikasi presensi guru dan karyawan menggunakan teknologi komputer
 2. MANFAAT
Untuk direkomendasikan penyelesaian masalah pada SMA 1 Bandar yang masih menggunakan sistem presensi secara tertulis dan manual agar lebih efektif dan efisien dalam cara kerja sistem yang sedang berjalan pada saat ini, dan mempermudah proses pencarian data serta kemungkinan terjadi data absensi yang hilang.

Download File: Perancangan Sistem Apliksi Presensi Guru dan Karyawan.doc
Baca Selengkapnya...

Proposal Penelitian Kualitatif

Dalam kehidupan kampus, khususnya kehidupan kampus Universitas Islam Negeri Malang, dalam keseharianya sangat banyak kebiasaan-kebiasaan khususnya kebiasaan membaca yang berlangsung otomatis baik oleh kalangan para mahasiswa maupun oleh kalangan para dosen bahkan oleh kalangan para pemimpin universitas.

Bukti ini dapat dilihat pada aktivitas dalam perpustakaan umum Universitas Islam Negeri Malang, yang mana buka untuk melayani mahasiswanya baik yang hanya membaca, meminjam buku maupun yang mengembalikan buku yang telah di pinjam oleh mahasiswa mulai dari hari senin sampai hari sabtu adapun waktunya adalah mulai dari jam delapan pagi sampai pada jam lima sore. Jadi, kemungkinan banyak waktu yang di berikan kesempatan bagi mahasiswa untuk hanya sekedar mengunjungi untuk mencari referensi bahan kuliah sampai pada aktivitas membaca dalam perpustakaan. Mahasiswa dalam memanfaatkan perpustakaan ini banyak yang tertarik untuk mengunjungi perpustakaan umum universitas islam negeri malang hal ini terlihat dalam keseharianya, perpustakaan selalu di penuhi oleh mahasiswa.

Selain itu, untuk fasilitas buku bagi mahasiswa Universitas Islam Negeri Malangjuga tersedia dalam perpustakaan pada setiap jurusan. Hal ini berarti bahwa, kesempatan yang diberikan kepada mahasiswa Universitas Islam Negeri Malanguntuk membaca adalah banyak sekali. Baik dari segi buku-buku yang tersedia maupun waktu yang tersedia dan bahkan waktu pelayanan dari pegawai perpustakaan. Hal ini juga berarti bahwa, kesempatan bagi mahasiswa jurusan psikologi untuk membaca juga banyak dan lengkap.

Akan tetapi, dalam penggambaran yang terlihat banyak mahasiswa yang mengunjungi perpustakaan umum Universitas Islam Negeri Malang, hal ini wajar karena itu adalah perpustakaan untuk seluruh mahasiswa universitas islam negeri malang. Jika kita bandingkan dengan perpustakaan jurusan khususnya jurusan psikologi bagaimana? Apakah disana juga terlihat banyak mahasiswa yang setiap harinya mengunjungi perpustakaan jurusan yang mana di sana mereka melakukan aktivitas membaca ataupun meminjam buku.

Fakta yang ada, kebiasaan membaca tidak dapat diukur melalui sering tidaknya mengunjungi perpustakaan atau ramai tidaknya perpustakaan. Akan tetapi, perpustakaan merupakan salah satu tempat dan fasilitas yang dapat membantu mahasiswa untuk melakukan aktivitas kebiasaan membacanya.

Jika kita melihat fakta yang ada, meskipun perpustakaan ramai oleh mahasiswa yang datang baik yang hanya sekedar untuk meminjam buku untuk referensi yang berkaitan dengan mata kuliah mahasiswa, atau bahkan yang datang ke perpustakaan hanya sekedar untuk mencari referensi untuk mengerjakan tugas mereka. Di dalam perpustakaan tersebut, banyak aktivitas membaca yang di lakukan oleh mahasiswa, baik hanya membaca karena untuk mencari bahan-bahan untuk menyelesaikan tugas mereka sampai pada aktivitas mahasiswa yang benar-benar membaca untuk menambah pengetahuan mereka.

Karena hal inilah yang kemungkinan dapat memberikan dampak yang positif bagi mahasiswa psikologi Universitas Islam Negeri Malang. Meskipun dampak yang terlihat nyata belum begitu besar dan jelas, akan tetapi hal ini dapat memberikan dampak yang positif. Hal ini dikarenakan, dari aktivitas kebiasaan membaca akan dapat mempelajari rahasia segala ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai kebutuhan.

Sebagai mahasiswa psikologi, membaca merupakan suatu kebutuhan yang wajib terpenuhi. Karena ruang lingkup psikologi adalah manusia dan lingkungan. Manusia dan lingkungan hanya dapat di masuki melalui membaca, karena manusia dan lingkungan bukanlah sebuah bilangan yang dalam menghadapinya dengan menghitungnya ataupun mengalikanya. Akan tetapi manusia dan lingkungan hanya dapat dihadapi dengan pemahaman. Sebelum kita memahami, tentunya ada suatu konteks atau suatu informasi yang harus diejah dan dikenali terlebih dahulu.

Yang telah tersebut di atas, semua itu hanyalah sebatas pengertian kita tentang kebiasaan membaca yang dapat terlihat. Sebenarnya, pengertian dan pengetahuan tentang kebiasaan itu sendiri dapat dijabarkan dan juga perlu untuk dilakukan penelitian secara lebih lanjut.

Pengertian kebiasaan membaca adalah suatu aktivitas yang rutin dilakukan dalam proses penalaran untuk mencapai pemahaman terhadap gagasan dan informasi yang di dapatkan melalui lambang-lambang yang ada baik tertulis maupun tidak.

Aktivitas membaca tidak hanya membutuhkan mulut untuk mengeja dan mata untuk melihat, akan tetapi aktivitas membaca membutuhkan otak untuk memahami untuk melakukan aktivitas pemahaman. Yang mana otak dan aktivitas kognitifnya terletak jauh dan tersembunyi dari aktivitas mata dan indera lainya.

Hal ini menunjukkan bahwa kebiasaan membaca merupakan aktivitas kognitif seseorang yang tidak dapat dilihat hanya dengan indera saja. Karena aktivitas kognitif tidak akan bisa tampak jika kita tidak mendalaminya.

Dalam melakukan rutinitas membaca, ada banyak cara yang diperlukan untuk dapat mendapatkan informasi yang memang benar-benar dapat membantu kita dalam pemahaman. Di kutip dari bukunya Ad Rooijakkers, yang berjudul cara belajar di perguruan tinggi beberapa petunjuk praktis pada halaman 17-18, ada lima cara yang diperlukan untuk membaca yaitu:

1.Membaca terarah, yang mana dalam membaca terarah ini kita akan mendapatkan informasinya dengan cepat dan dalam waktu yang singkat.
2. Membaca sepintas, yang mana dalam membaca sepintas ini kita harus mengetahui pikiran pokok tiap-tiap bab.
3. Membaca mencari, yang mana dalam membaca mencari ini kita harus dengan cepat mencari kuncinya yaitu tentang keterangan yang akan di cari
4. Membaca belajar, yang mana dalam membaca belajar ini kita harus mengetahui dan mengingat hal-hal yang penting dan detail.
5. Membaca kritis, yang mana kita harus mengingat dan mengerti bahkan kita harus menilainya.

Dari kelima cara-cara membaca di atas, secara terlihat mata kita tidak akan mengetahui, apakah cara yang sebenarnya individu pakai.

Karena kebiasaan membaca merupakan bukan suatu aktivitas yang dapat dengan mudah terlihat dan dapat di ukur oleh indera saja, serta untuk menghindari adanya kerancuan dan diskriminasi penilaian tentang mana kebiasaan yang baik dan mana kebiasaan yang tidak baik, maka disinilah kita perlu untuk melakukan suatu penelitian dan penggalian informasi lebih mendalam tentang kebiasaan membaca pada mahasiswa psikologi Universitas Islam Negeri Malang. Karena hal ini dapat membantu dalam perkembangan dan kemajuan serta dapat menjadikan masukan untuk menjadi lebih baik kusunya bagi mahasiswa psikologi Universitas Islam Negeri Malang.

B. RUMUSAN MASALAH

Setelah melihat latar belakang yang ada dan agar dalam penelitian ini tidak terjadi kerancuan, maka penulis dapat membatasi dan merumuskan permasalahan yang akan di angkat dalam penelitian ini.
Adapun Rumusan masalah yang diambil adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana kebiasaan membaca pada mahasiswa Psikologi Universitas Islam Negeri Malang?
2. Faktor-faktor apa yang menjadi kebiasaan membaca pada mahasiswa Psikologi Universitas Islam Negeri Malang?
3. Bagaimana dampak kebiasaan membaca pada mahasiswa Psikologi Universitas Islam Negeri Malang?

 C. TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui kebiasaan membaca pada mahasiswa Universitas Islam Negeri Malang.
2. Untuk mengetahui factor-faktor yang menjadi kebiasaan membaca mahasiswa Psikologi Universitas Islam Negeri Malang
3. Untuk mengetahui dampak kabiasaan membaca pada mahasiswa Psikologi Universitas Islam Negeri Malang

Dari tujuan diadakannya penelitian tadi, maka adapun manfaat penelitaian yaitu penelitian ini diharapkan mempunyai manfaat yang urgen bagi :
1. Peneliti
a. Untuk mengetahui manfaat kebiasaan membaca bagi peneliti
b. Diharapkan dari penelitian ini, peneliti dapat termotivasi untuk membiasakan membaca.
2. Keilmuan

Diharapkan mampu memberikan sumbangan pikiran kususnya tentang pengembangan konsep kebiasaan membaca dan dapat memberikan kontribusi keilmuan bagi disiplin keilmuan psikologi khususnya dan seluruh disiplin keilmuan secara umum

D. KAJIAN TEORI
 

PENGERTIAN MEMBACA

Membaca adalah suatu cara untuk mendapatkan informasi dari sesuatu yang ditulis. Membaca melibatkan pengenalan simbol yang menyusun sebuah bahasa. Membaca dan mendengar adalah 2 cara paling umum untuk mendapatkan informasi. Informasi yang didapat dari membaca dapat termasuk hiburan, khususnya saat membaca cerita fiksi atau humor.

 Adapun secara bahasa membaca diartikan sebagi Iqra’ yang diterjemahkan denagn perintah “membaca”(dalam bahasa arab) semata-mata bukan hanya ditujukan kepada pribadi junjungan Nabi Muhammad SAW, tetapi juga untuk umat manusia sampai akhir zaman. Menurut Dr.Quraish Shihab dalam bukunya “Tafsir Al Amanah”, kata Iqra’ diambil dari kata kerja qaraa yang mempunyai arti beraneka ragam antara lain menyampaikan, menelaah, membaca, mendalami, meneliti, mengetahui cirri-cirinya.

Sekarang kalau kita pertanyakan, apa yang harus dibaca? Dalam surat Al-alaq tersebut tidak terdapat obyek spesifik yang harus dibaca. Dalam kaidah ilmu tafsir dikatakan suatu kata dalam susunan redaksi yang tidak disebutgkan objeknya, maka objek yang dimaksud bersifat umum.

Akan tetapi tema yang kita angkat adalah membaca buku. Dalam hal tersebut membahas masalah strategi atau cara membaca buku dengan cepat, efektif, akurat, dan selainnya.

Membaca adalah aktifitas yang kompleks dengan mengerahkan sejumlah besar tindakan yang terpisah-pisah. Meliputi: orang harus menggunakan pengertian dan khayalan, mengamati, dan mengingat-ingat. Kita tidak dapat membaca tanpa menggerakkan mata atau tanpa menggunakan pikiran kita.

Pada waktu anak belajar membaca, ia belajar mengenal kata demi kata, mengejanya, dan membedakannya dengan kata-kata lain. Anak harus membaca dengan bersuara, mengucapkan setiap kata secara penuh agar diketahui apakah benar atau salah ia membaca. Oleh karena itu, pada waktu membaca anak melakukan kebiasaan berikut :

1. menggerakkan bibir untuk melafalkan kata yang dibaca.
2. menggerakkan kepala dari kiri ke kanan.
3. menggunakan jari atau benda lain untuk menunjuk kata demi kata.

Secara tidak disadari, cara membaca yang dilakukan waktu kecil itu tetap diteruskan hingga dewasa. Mestinya, orang dewasa dapat dengan cepat mengenali frase, kalimat, dan urutan ide sehingga cara-cara di waktu anak-anak tidak perlu lagi di gunakan.

Anak-anak yang sedari kecil terbiasa membaca—bukan sekadar membunyikan huruf dan kata—akan memiliki keterampilan, kemampuan, dan ketajaman mencerna isi bacaan. Apa yang menggerakkan mereka untuk membaca, akan sangat menentukan bagaimana mereka menyerap, menyaring, mengolah, dan memaknai informasi yang mereka lahap dari berbagai bacaan. Semakin sering mereka membaca buku-buku yang bergizi, teratur, dan baik penuturannya, kemampuan berpikir mereka akan lebih matang dan tertata.

Itu sebabnya, yang perlu kita kembangkan pada anak-anak semenjak awal. Kita tumbuhkan semangat iqra’ bismirobbikal-ladzi khalaq. Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang Menciptakan! Inilah perintah yang pertama kali diturunkan oleh Allah ‘Azza wa Jalla kepada kita.
Orang yang tidak mendapat bimbingan, latihan khusus membaca cepat, sering mudah lelah dalam membaca karena lamban, tidak ada gairah, merasa bosan, tidak tahan membaca buku, dan terlalu lama untuk bisa menyelesaikan buku yang tipis sekalipun

Sebagian besar kegiatan membaca sebagian besar dilakukan dari kertas. Batu atau kapur di sebuah papan tulis bisa juga dibaca. Tampilan komputer dapat pula dibaca.
Membaca dapat menjadi sesuatu yang dilakukan sendiri maupun dibaca keras-keras. Hal ini dapat menguntungkan pendengar lain, yang juga bisa membangun konsentrasi kita sendiri.

Pengertian Kebiasaan membaca

Salah satu unsur penting dalam Manajemen Diri adalah membangun kebiasaan untuk terus menerus belajar atau menjadi manusia pembelajar yang senantiasa  haus akan informasi dan pengetahuan.

Hal ini seperti yang dikatakan oleh Henry Ford, pendiri General Motors yang mengatakan bahwa “Anyone who stops learning is old, whether at twenty  or eighty. Anyone who keeps learning stays young. The greatest thing in life is to Keep your mind young.”

Tidak peduli berapapun usia kita, jika kita berhenti belajar berarti  kita sudah tua, sedangkan jika senantiasa belajar kita akan tetap awet muda. Karena hal yang terbaik di dunia akan kita peroleh dengan memelihara pikiran kita agar tetap muda.

Salah satu cara paling efektif untuk belajar adalah dengan membaca. Namun sayangnya sebagian besar kita tidak pernah punya waktu untuk membaca. Alasan utama yang sering kita sampaikan adalah kesibukan pekerjaan. Kita terjebak dalam rutinitas dan tekanan pekerjaan sehingga tidak memiliki kesempatan untuk mengasah gergaji kita, seperti yang diceritakan oleh Stephen Covey dalam bukunya”The 7 Habits of Highly Effective People” sebagai berikut:

Andaikan saja Anda bertemu seseorang yang sedang terburu-buru menebang sebatang pohon di hutan.
“Apa yang sedang Anda kerjakan?” Anda bertanya.
“Tidak dapatkah Anda melihat?” demikian jawabnya dengan tidak sabar.
“Saya sedang menggergaji pohon ini.”
“Anda kelihatan letih!” Anda berseru. “Berapa lama Anda sudah mengerjakannya?”
“Lebih dari lima jam,” jawabnya, “ dan saya sudah lelah! Ini benar-benar kerja keras.”
“Nah, mengapa Anda tidak beristirahat saja beberapa menit dan mengasah
Gergaji itu?” Anda bertanya. “Saya yakin Anda akan dapat bekerja jauh lebih cepat.”
“Saya tidak punya waktu untuk mengasah gergaji,” orang itu berkata dengan tegas. “Saya terlalu sibuk menggergaji.”

Bahkan menurut Covey, kebiasaan mengasah gergaji merupakan kebiasaan yang paling penting karena melingkupi kebiasaan-kebiasaan lain pada paradigma tujuh kebiasaan manusia efektif. Kebiasaan ini memelihara dan meningkatkan aset terbesar yang kita miliki yaitu diri kita. Kebiasaan ini dapat memperbarui keempat dimensi alamiah kita – fisik, mental, spiritual, dan sosial/emosional.

Membaca merupakan salah satu cara kita untuk memperbaiki dan meningkatkan efektifitas diri kita. Meskipun kita memiliki “keterbatasan waktu”, kita tetap perlu mengasah gergaji kita. Caranya adalah dengan menguasai cara membaca yang efektif sehingga waktu yang kita gunakan menjadi efisien.

MODEL DALAM MEMBACA
Kebanyakan model teoritis yang ada mengenai proses membaca mencoba menjawab pertanyaan bagaimana orang mengenali kata-kata yang tercetak dalam bacaan. Karena itu, hampir semua model terfokus pada pertanyaan-pertanyaan berikut (Wolf dkk 1988: dalam Gleason dan Ratner 1998: 425).

1. Apakah kata dikenali dengan mengakses representasi kata itu secara
keseluruhan, ataukah dengan mengakses fitur-fitur seperti bentuk
huruf, gabungannya menjadi suku, kemudian kata dan sebagainya?
2. Apakah kata dikenali dengan akses langsung ke makna ataukah
melewati wujud fonologisnya?
3. Apakah pengenalan kata itu menyangkut proses yang berseri ataukah
proses yang simultan?
4. Apakah pengenalan kata itu terutama dibantu oleh konteks (dari atas
ke bawah) ataukah dari bawah ke atas? Ataukah merupakan interaksi
antara kedua-duanya?
5. Apakah pengenalan kata itu terjadi melalui aktivasi atau melalui
pencarian di kamus mental kita?”

Berikut adalah beberapa model yang menjawab sebagian dari pertanyaan-pertanyaan diatas.

A. Model atas ke bawah

Smith (1971, dalam Gleason dan Ratner 1998;426) mengajukan model atas ke bawah yang prototipikal. Dalam model ini, representasi yang mewakili kata dalam memori kita adalah fitur-fitunya seperti garis lurus, setengah lingkaran, dan letaknya. Pada waktu sebuah kata dibaca, fitur-fitur ini bermunculan, tetapi hanya fitur-fitur yang cocok, persis dengan apa yang ada dalam leksikon mental itulah yang akhirnya dipilih. Akan tetapi, retrival fitur-fitur ini dipengaruhi oleh pengetahuan yang kita miliki dan konteks di mana kata itu dipakai. Seandainya kata yang tertulis dalam suatu kalimat anting seperti pada kata “Kucing itu sedang dikejar anting” maka tidak mustahil bahwa pembaca akan menafsirkan kata anting sebagai salah cetak.

Pemakaian konteks sebagai pembantu menimbulkan kontroversi karena dari penelitian yang lain ditemukan bahwa orang hanya menerka 1 dari 4 kata dalam konteks di mana kata itu dipakai. Sebaliknya, fitur yang membentuk kata banyak mendapat dukungan karena wujud dan macam huruf (font) seperti apapun yang dipakai, kita tetap saja bisa membacanya.


PUSTAKA
Lexy J Moleong, Metode Penelitian Kualitatif (Bandung: Remaja Rosda Karya, 1991
Moh. Nazir. Ph. D, Metode Penelitian (Jakarta: PT. Ghalia Indonesia, 2003
Prof. Dr. S. Nasution, M.A. Metode Research, Bumi Aksara, Jakarta 2004.

Download File: Proposal Penelitian.doc
Baca Selengkapnya...

Rabu, 08 Mei 2013

ALAT PENDETEKSI GOLONGAN DARAH MENGGUNAKAN MICROKONTROLER

TUGAS INDIVIDU
Dosen Pengampu : Mosses Aidjili, M.Kom
Mata Kuliah : Interaksi Manusia dan Komputer






Disusun Oleh:
MUHAMMAD FATHURROZAK
10.240.0292
6P41


SEKOLAHTINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER
(STMIK)WIDYA PRATAMA PEKALONGAN
2013


BAB I
PENDAHULUAN


Darah merupakan cairan yang bersirkulasi dalam tubuh manusia dan vertebrata yang berfungsiuntuk mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, serta  mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolisme, selain itu darah juga berfungsi untuk pertahanan tubuh terhadap virus ataubakteri.

Dalam dunia kedokteran golongan darah manusia dibagi menjadi empat, yaitu A, B, AB, dan O. Pembagianini dilakukan karena adanya perbedaan jenis karbohidrat danprotein pada permukaanmembran  sel darah merah. Untuk mengetahui jenis golongan  darah seseorang perlu  dilakukan uji laboratoriom.Selamainiuntuk pengujian golongan darah sering digunakan metode ABO, yang prosesnya dilakukan secara manual atau dengan cara meneteskan tiga jenis cairan atau reagen pada sampel darah. Jenis golongan darah sangat pentingpada saat tranfusi darah, seseorang harus menerima darahdarigolongan darah yang samadengan pendonor.

Dalam proses pengujian sampel darah menggunakanmetode ABO, sampel darah akan diteteskansuatu reagen, kemudian pada sampel darah akan terjadi proses aglutinasi atau penggumpalan darah.

Penggumpalan  darah disebabkan  karena adanya interaksi  antibodi  dengan antigen yang terikat padaeritrosit.

Darah memiliki antigen dan antibodi, dimana setiap masing-masing antigen dan antibodi terdiridari A dan B, untuk lebih jelas melihat karakteristik golongan darah berdasarkan antigen dan antibodidapatdilihat pada Tabel 1.


Tabel 1. Karakteristik golongan darah system ABO

Selama  ini  pengujian  darah  dilakukan  secara  manual  yaitu  dengan  cara meneteskan cairan reagen ke sampel darah untuk melihattingkat penggumpalan darahmenggunakan mata.Metodeinihanya dapat dilakukanoleh orang yangahli dibidangini. Untuk menghindari kesalahanpembacaan, perlu dibuatsuatu alat yang memiliki standar menggunakan teknologi seperti sensor dan mikrokontroler untuk mendeteksi golongan darah secara otomatis. Tujuan dari penelitianini adalah untuk mendesaindan membuatalat pendeteksi golongan darah otomatis yang portablesehingga mudah dibawa dan digunakan.


BAB II
ISI

Konsep Desain

Konsep desain pembuatan alat pendeteksi golongan darah (APGD) pada penelitian ini mengikuti framework seperti pada Gambar 1.  Ide awal pembuatan alat ini adalah untuk mempermudahkerja tenaga medis ataupun orang yang tidak ada latar belakang ilmu medis untuk mengetahui golongan darah seseorang. Langkahselanjutnya adalahkonsep desain, APGD sebaiknya dapat dengan mudah untukdibawa kemana-mana serta memiliki bentuk yang menarik. Dengan landasan pemikiran seperti diatas, maka alatini akan didesain berbentuk persegi empat. Ide pembuatan  kemudian diterjemahkan dari sket desain (Gambar2) selanjutnya ditransfer keCAD software seperti terlihat padaGambar 3.



Gambar1. Konsep Design Framework



Gambar 2. Sket Desain Alat



Gambar3. Desain Umum APGD
Langkah selanjutnya adalah menentukan komponen-komponen yang akan digunakan. Dalammenentukan komponen ini struktur umum alatini akan diturunkan perbagian. Untuklebihjelasalur tree komponen  dapat dilihat pada Gambar4.


Gambar4. Algoritma Tree PadaAPGD


Dari gambar diagram pohon dapat dilihat APGD dibagi menjadi dua bagian yaitu perangkat kerasdanperangkat lunak. Secara perangkat keras APGD terdiri dari dua LDR dan LED yang berfungsisebagai sensor pendeteksi darah, dua buah LED dan photodioda yang berfungsi sebagai sensor untuk menentukan ada atau tidaknya sampel darah, selanjutnya Mikrokontroler ATMega 8535 yang berfungsi sebagai brain atau prosessing unit. Kemudian LCD sebagai media penampil alat. Untuk mengisi program pada  prosessing unit digunakan compiler yang bernama CodeVision, C Languange.

Sub-system dari APGD ini adalah sistem minimumyang diperlukan oleh mikrokontroler untuk dapat bekerja, hal ini sangat penting karena jika sistem ini tidakterpasang maka keseluruhan sistem tidak dapat bekerja. Adapun komponen sub system ini berupa IC mikrokontroler ATmega8535, 1 XTAL 4 MHz atau 8 MHz, 3 kapasitor kertas yaitu dua 22 pF serta 100 nF, 1 kapasitor elektrolit 4.7 µ F, 2 resistoryaitu 100 ohm dan 10 Kohm dan 1 tombol reset pushbutton.

Sistemkerja alatdirancang berdasarkan blok diagram yang ditunjukkan oleh Gambar 5. Secaraumum dapat dijelaskan ketika sample diletakkan, LED akan ONdan LDR akan menerima cahaya yangdipancarkan, besar kecil nilai yangditerima oleh LDR yang akan menentukan jenis golongan darah. Nilaicahaya tersebut akanditanamkandidalam mikrokontroler. Sedangkan untuk hasil keluaranakanditampilkan pada LiquidCristal Display (LCD).



Gambar 5. Blok Diagram APGD


Cara kerja APGD adalah mikrokontroler akan membaca jenis golongan darah berdasarkan intensitas cahaya yang diterima oleh LDR, bila intensitas cahaya pada sampel pertama yang ditetesi Anti A berlogika 1 dan sampel kedua yang ditetesi Anti B berlogika 0 maka LCDakan menampilkan golongandarah A. Bila sampel pertamanberlogika 0 dan sampel kedua berlogika 1 maka pada LCD akan tampilgolongan darah B. Pada sampel pertama berlogika 1 dansampel kedua berlogika 1 maka LCD menampilkan golongan darah AB. Sedangkan untuk golongan darah O, pada sampel pertama berlogika 0dansampel keduaberlogika0. Hal ini seperti dijelaskan pada Gambar6 dan Gambar7.



Gambar6. Diagram Alir Motor Pada APGD



Gambar7. Diagram Alir Scan Sampel Darah
BAB III
PERANCANGAN SISTEM

Perancangan PerangkatKeras dan PerangkatLunak
Perancangan alat pendeteksi golongan darah terdiri dari 2 bagian yaitu perangkat keras dan perangkat lunak. Pada bagian perangkat keras dijabarkankomponen-komponen apa saja yangdigunakan pada perancangan alat pendeteksi golongan darah, danpada bagianperangkat lunak dijabarkan isi dan bentuk dari program yang digunakan padaperancangan alatpendeteksi golongan darah.

Dalam pembuatan alat pendeteksi golongan darah digunakan beberapa komponen yang terdiridari Catu Daya, Mikrokontroler, LCD, LDR, Photodioda,LED, IC 7805. Catu daya digunakan sebagai sumber energi untuk menghidupkan alat pendeteksi golongan darah, catudaya yang digunakan pada alat ini adalah catu daya yang telah banyak dijual di pasaran yaitu charger versi SH-4.8V300. Sebagai otakdari alat pendeteksi golongan darah maka digunakan mikrokontroler, yang digunakan pada alatiniadalah mikrokontroler ATMega 8535 yang memiliki ADC dibanding mikrokontroler lainnya. Sebagai penampi hasil keluarandari mikrokontroler ini adalah LCD, LCD yang digunakan adalah LCD tipe M163 yangmemiliki karakteristik 16 kolom dan 2 baris. Untuk sensor dari alat ini digunakan LED dan LDR sebagai pendeteksi jenis golongandarah, dan digunakan LED danphotodioda sebagai pendeteksi adanya sampeldarah.

Alat pendeteksi golongan darah ini dibuat menjadibox atau kotakdimana sensornya dirancangsedemikian mungkinsehingga sensor dapat diletakkan pada tempat yang tepat. Pada alat ini LED diletakkan diujung atas penampandanLDR diujungbawah penampan yang pas sehingga LED bisa menyinari LDR. Dan pada ujung dari penampanletakkan photodioda pada bagianbawahpenampandan LED pada bagian atas penampan, photodioda dan LED harus pas agar  photodioda dan LED dapatberfungsi sebagaimana fungsi pada alatini.
Pada perancangan perangkat lunak ini, diatur bagaimana kerja dari rangkaian yang akan dibuat. Membuat program menggunakan instruksi-instruksi yang ada pada mikrokontroler ATMega sehingga hasil outputnya langsung dapat ditampilkan pada LCD. Pada perancangan perangkat lunakinidigunakanbahasa pemograman yaituBahasa C, secara garis besar dapat dijabarkan program yang dibuat pada alat pendeteksi golongan darah seperti yang ditunjukkan padaGambar 8.



Gambar 8. Implementasi Perangkat Lunak Bahasa C


Hasil dan Pembahasan

Pengujian pada alat pendeteksi golongan darah dapat dilakukan dengan cara mengoperasikan alat ini secara langsunguntuk membuktikan bahwa alat ini bekerja sesuai dengan yang diharapkan. Untuk melakukan pengujian ini dibutuhkanempat jenis golongan darah yangtelah kita ketahui, yaitu golongandarah A, golongandarahB, golongandarah AB, dan golongandarahO. Pengujiangolongandarahini dilakukan kepada dua belasorang yang memiliki golongan darah berbeda, yaitu tiga orang yang memilikigolongan darah A, tiga orang yang memiliki golongan darahB, tiga orang yang memiliki golongandarahAB, dan tiga orang lagi yang memiliki golongan darah O. Pengujian alat pendeteksi golongan darah dilakukan dengan cara meneteskan reagen Anti A dan reagen Anti B diatas sampel darah yang telahdiletakkan diatas kaca optik, lalu sampel darahtersebut diaduk hingga rata agar terlihat adanyapenggumpalan darah atau tidak.

Pendeteksian golongan darah terhadap golongan darah Aadalah bila sampel darah yang ditetesiAnti A menggumpaldan sampel darahyang ditetesi Anti B tidak menggumpal. Untuk golongandarahB adalah sampel darah yang ditetesi Anti Atidak menggumpal dan sampel darah yang ditetesi Anti Bmenggumpal. Pada golongan darah AB, kedua sampel darah yang masing-masing ditetesi  Anti A danAnti B menggumpal. Sedangkan pada golongan darah O tidak ada yang menggumpal pada sampel darahyang telah ditetesi Anti A dan Anti B.


(1)

Setiap pengujian golongan darah terhadap kedua belas orang yang memiliki golongan darah yang berbeda selanjutnya akan dilakukan penghitungan waktualat dalam melakukanpendeteksiangolongan darah. Penghitungan  waktu tersebut dihitung  menggunakan persamaan (1),  misalnya pada golongan darah A rata-rata waktu pengujiannya adalah 02:23.89,pada golongan darah B adalah 02:24.56,pada golongan darah B adalah 02:24.56, sedangkan pada golongan darah O adalah 02:19.36. Untuk kedua belas orang tersebut, rata – rata waktu pengujian adalah 02:31:59. Gambar 8 menunjukkanhasil percobaan seperti terlihat pada LCD yang menampilkan golongan darah Asesuai dengan kartu golongan darah dari salah seorang sampel.



Gambar 8.Hasil Pengujian Darah

BAB IV
PENUTUP

Kesimpulan

Kecepatan waktupengujian setiap golongandarahberbeda-beda karena lama saat pengadukandarah dengan reagen. Darihasil pengujianteradap dua belas orang yang masing-masing memiliki jenis golongan darah berbeda, ternyata golongandarah AB memiliki rata-rata waktu yang sedikit lebih banyakdibanding golongan darah yang lain. Hal ini terjadi karena golongan darah yang ditetesi Anti A dan AntiB menggumpal, sehingga membutuhkanwaktu dalam proses pengumpalan APGD dibuat dalam bentukkotak / box berukuran lebar 16 cm dan panjang 21,3 cm, hal ini dikarenakan untuk mempermudah dalam pembawaan dan tidak memakan banyak tempat. Kemudian LCD / penampil hasil diletakkan di atas kotak / box agar mudah dibaca ataudilihat. LED selama ini banyak digunakan sebagai penerangan ataupunindikator, dalam penelitian ini LED digunakan sebagai sensor dengan mengkombinasikannya denganLDR.

DAFTAR PUSTAKA

Feizi, T., et al. Three types of blood group I specificity amongmonoclonal anti-I autoantibodies revealed by analogues of a branchederythrocyte glycolipid. Journal of Experimental Medicine. 149 (4), 1979, pp975-980.
Siegal, Frederick P., The Nature of the Principal Type 1Interferon-Producing Cell in Human Blood. ScienceMagazine, 1999. 284 (5421), pp. 1835-1837.
R.W., Allen,. Parentage Testing in the United States: The Role ofthe American Associatio of Blood Banks. Profilesin DNA, 1998, 2(2), 7–8.
Tessa,  Ni’mawati,.  Golongan Darah.  [Online].  Tersedia: http://www.docstoc.com/docs/37815439/goldarah.Diakses tanggal 8 Juni 2013.
Irfannuddin, Fisiologi Untuk Paramedis, FK-Unsri. 2008.
Baca Selengkapnya...

Selasa, 07 Mei 2013

BUAT DATABASE DAN TOMBOL CARI, BARU, SIMPAN MENGGUNAKAN NETBEANS


Buat tampilan seperti gambar diatas menggunakan neetbeans

Sintak Tombol Cari:
String nim=tfNim.getText();
        try {
            //1. mengidentifikasi class driver
            Class.forName("com.mysql.jdbc.Driver");
            //2. membuat koneksi
            Connection koneksi= (Connection)
                DriverManager.getConnection(
                    "jdbc:mysql://localhost:3306/akademik",
                    "root","");
            //3. membuat statement
            Statement stetmen= (Statement)koneksi.
                    createStatement();
            //4. menjalankan statement
            ResultSet result=stetmen.executeQuery("SELECT nim, nama, alamat, jenisKelamin, "
                    + "programStudi FROM mahasiswa WHERE nim='"+nim+"'");
            //tampilkan data kalau ketemu
            result.next();
            tfNim.setText(result.getString("nim"));
            tfNama.setText(result.getString("nama"));
            tfAlamat.setText(result.getString("alamat"));
            if(result.getString("jenisKelamin").equals("L")){
                rbLakilaki.setSelected(true);
            }else{
                rbPerempuan.setSelected(true);
            }
           
            //menampilkan progdi ke comboBox
           
           
           
           
          
        } catch (SQLException ex) {
            if(ex.getErrorCode()==0){
                JOptionPane.showMessageDialog(rootPane,
                        "Data tidak ditemukan", "Peringatan",
                        JOptionPane.WARNING_MESSAGE);
                tfNim.setText(null);
                tfNama.setText(null);
                tfAlamat.setText(null);
                rbLakilaki.setSelected(true);
            }else{
                JOptionPane.showMessageDialog(rootPane,
                    "Terjadi kesalahan:\n"+ex,
                    "Kesalahan",
                    JOptionPane.ERROR_MESSAGE);
            }


        } catch (ClassNotFoundException ex) {
            JOptionPane.showMessageDialog(rootPane,
                    "Class tidak ditemukan",
                    "Kesalahan",
                    JOptionPane.ERROR_MESSAGE);
        }
    }
Sintak Tombol Baru
  tfNim.setText(null);
        tfNama.setText(null);
        tfAlamat.setText(null);
        rbLakilaki.setSelected(true);
        tfNim.requestFocus();
    }
Sintak Tombol Simpan
String nim= tfNim.getText();
        String nama= tfNama.getText();
        String alamat= tfAlamat.getText();
        String jenisKelamin;
        if(rbLakilaki.isSelected()){
            jenisKelamin= "L";
        }else{
            jenisKelamin= "P";
        }
        String programStudi;
        if(cbProgdi.getSelectedIndex()==0){
            programStudi= "Teknik Informatika";
        }else if(cbProgdi.getSelectedIndex()==1){
            programStudi= "Sistem Informatika";
        }else if(cbProgdi.getSelectedIndex()==2){
            programStudi= "Manajemen Informatika";
        }else{
            programStudi= "K. Akuntansi";
        }
        try {
            //1. mengidentifikasi class driver
            Class.forName("com.mysql.jdbc.Driver");
            //2. membuat koneksi
            Connection koneksi= (Connection)
                DriverManager.getConnection(
                    "jdbc:mysql://localhost:3306/akademik",
                    "root","");
            //3. membuat statement
            Statement stetmen= (Statement)koneksi.
                    createStatement();
            //4. menjalankan statement
            stetmen.executeUpdate(
                    "INSERT INTO mahasiswa(nim, nama, alamat,jeniskelamin,programStudi) "
                    + "VALUES('"+nim+"', '"+nama+
                    "', '"+alamat+"', '"+jenisKelamin+"','"+programStudi+"')"
                    );

            JOptionPane.showMessageDialog(rootPane,
                    "Data berhasil disimpan",
                    "Informasi",
                    JOptionPane.INFORMATION_MESSAGE);
        } catch (SQLException ex) {
            JOptionPane.showMessageDialog(rootPane,
                    "Maaf terjadi kesalahan:\n"+ex,
                    "Kesalahan",
                    JOptionPane.ERROR_MESSAGE);
        } catch (ClassNotFoundException ex) {
            JOptionPane.showMessageDialog(rootPane,
                    "Class tidak ditemukan",
                    "Kesalahan",
                    JOptionPane.ERROR_MESSAGE);
        }
Download Hasil yang udh jadi Disini
Baca Selengkapnya...

Perhatian !!!

Dimohon Untuk Semua Yang Mau Copy dari Blog ini, sertakan alamat blog ini . http://separuhtulisanku.blogspot.com/ dalam referensi anda. Terima Kasih Atas Kunjungan Anda.

Tukar Link

Untuk Tukar Link Add Link Blog Snapper White ke Blog Anda. Setelah itu konfirmasi melalui Buku Tamu

Ketikan Email Anda

Cari Saya Juga Di Facebook [Klik disini]

Pengikut

.:: Advertising ::.

pasang iklan pasang iklan
pasang iklan pasang iklan